Ibu "Dimakan" Kanker

Ibu selalu menungguku pulang kuliah. ibu menunggu ditempat tidur dikamar ruang merak, selalu berdua dengan ayah. saat aku datang, serasa tak sabar untuk mencium tangan halusnya yang sudah merawat aku hingga 19th. Aku lihat tubuhnya semakin kecil, semakin tua dari usianya. Aku tidak berani untuk menanyakan sakitnya... aku tahu ibu sakit, tapi aku nggak mau tanya itu.

Ibu selalu membawa beban ditangan sebelah kanannya, tangannya membengkak mungkin karena kemotherapy yang dilakukannya. Badannya pun semakin mengecil, tentu tidak lagi memiliki rambut yg dulu tumbuh indah. Ibuku dimakan Kanker....

Ibu selalu memperlakukanku seperti anak berumur 12th,yang masih selalu dibilangin, disuruh makan, dimanja. Aku bilang, "Ibu aku bisa sendiri", tapi nampaknya ibu belum bisa percaya...
ibu menyuruhku baik2 sama adek , jagain ayah, ibu mengajarkanku mengerjakan rumah dalam waktu singkat. Aku baru tau ternyata selama ini aku memang belum bisa apa2 tanpa ibu.


0 comments:

Post a Comment